Muda Kaya Tua Bahagia, Ini Tips Investasi Buat Generasi Millennials

Rajin menabung nampaknya kini bukan cara yang baik untuk mendapatkan untung. Hal ini dikarenakan tingginya inflasi harga barang setiap tahun serta adanya potongan administrasi bank dan faktor lainnya, maka rasanya menabung saja tidak cukup. 

Lalu bagaimana caranya mendapatkan untung dari uang yang kita miliki saat ini? Investasi jawabannya. Berbeda dengan menabung, dengan investasi kamu memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tabungan yang kamu miliki ke level tertentu. 

Terdengar menarikkan? Nah, Kalau kamu ingin mulai berinvestasi, berikut ini tips-tipsnya:

Ada alternatif investasi online seperti forex, reksadana, saham ataupun alternatif investasi konvensional seperti properti dan emas.

Nah tugas kamu sebelum berinvestasi adalah menentukan produk mana yang akan kamu ambil. Cara mudahnya adalah dengan mengukur resiko yang ingin kamu ambil. 

Untuk kamu yang gemar mengambil resiko tinggi, reksadana ataupun saham cocok untuk kamu. Sedangkan untuk kamu yang ingin aman-aman saja, maka investasi pada emas pilihannya. Selain cukup aman, modalnya pun terbilang kecil. Nah untuk kamu yang memiliki modal besar, maka properti cocok nih untuk kamu ambil.

  • Jangan memusatkan diri pada satu investasi, sebarkan uangmu di beberapa alternatif investasi online.

Siapa yang tahu masa depan akan seperti apa. Sekedar berjaga-jaga, usahakan jangan mengandalkan satu investasi saja. Jika kamu sudah investasi di saham, jika ingin berinvestasi kembali, maka pilihlah alternatif investasi online lainnya, invetasi ada Peer to Peer Lending misalnya.

Bukankah lebih baik memiliki banyak perahu kecil ketimbang hanya satu perahu besar?

  • Berinvestasilah sedini mungkin

Beruntunglah anak muda saat ini karena Investasi tidak harus memiliki dana yang besar. Melalui modal yang minim sebesar 100,000 saja kamu sudah bisa berinvestasi. Selain modal yang minim, saat ini juga sudah banyak alternatif investasi online yang menguntungkan loh. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi sedini mungkin.

Amartha, Platform Tepat untuk Berivestasi Baik Anak Muda

Amartha merupakan platform layanan finansial peer-to-peer lending berbasis online. Meski sebagai platform online, namun Amartha juga mencakup layanan offline. Artinya, Amartha memiliki tim lapangan untuk mengkaji langsung kelayakan usaha dari calon peminjamnya.

Investasi di Amartha memberikan imbal balik yang cukup menarik, yaitu mencapai 15 persen untuk per tahunnya. Dengan nilai tersebut investasi dalam layanan ini layak untuk dipertimbangkan untuk menjadi pilihan. Ditambah dengan setoran yang tidak besar yaitu seratus ribu rupiah untuk mulai berinvestasi.

Amartha berdiri sejak tahun 2010 yang awalnya sebagai lembaga keuangan mikro. Seiring dengan perkembangannya, kini Amartha menjadi fintech peer-to-peer lending yang menghubungkan langsung pengusaha mikro dengan pemilik modal secara online.

Tumbuh sebagai platform P2PL, Amartha menjembatani kebutuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan modal dengan kebutuhan investor akan return. Dengan layanan online, tujuan yang ingin dicapai adalah memperluas menjangkau investor dan mitra peminjam. Meski layanannya berbasis online, Amartha tetap melakukan aktivitas offline dengan terjun ke lapangan secara langsung dalam setiap tahap proses pembiayaannya, terutama dalam hal penyeleksian mitra peminjam.

Sasaran utama dari layanan finansial Amartha adalah ibu-ibu pelaku UMKM yang memiliki usaha rumahan, tetapi unbankable dalam hal permodalan. Oleh sebab itulah, Amartha melakukan survei langsung agar bisa menilai kelayakan usaha dan melakukan pendampingan. Proses ini dilakukan sekaligus sebagai upaya untuk menjaring calon peminjam yang berkualitas dan meminimalkan risiko. Sebelum menyalurkan pinjaman modal, Amartha melakukan tiga tahapan sebagai berikut.

  • Survei wilayah dan demografi

Untuk memperluas jangkauan kemitraan, tim lapangan Amartha melakukan survei wilayah dan demografi dengan mendatangi lokasi yang akan dilayani. Pada proses ini, Amartha melakukan dialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk memperoleh gambaran tentang potensi di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memetakan potensi dan risiko sebelum membuka cabang atau kelompok pembiayaan baru.

  • Membentuk kelompok majelis

Bagi calon peminjam perorangan yang membutuhkan modal diminta untuk membuat kelompok kecil beranggotakan 5 orang, yang kemudian bergabung dalam satu majelis besar yang beranggotakan 15 hingga 20 orang. Dari kelompok ini sepakat melakukan tanggung renteng atau menanggung risiko secara bersama apabila ada anggota kelompok yang gagal bayar. Metode ini dinilai lebih aman dan mampu menurunkan tingkat kredit bermasalah hingga 0%, karena setiap peminjam saling mengawasi kredibilitas satu sama lain.

  • Memberikan pelatihan kepada peminjam

Setelah terbentuk kelompok majelis baru, setiap anggotanya diwajibkan untuk mengikuti pelatihan yang diberikan oleh pihak Amartha. Pelatihan ini berkaitan dengan pengelolaan modal yang akan dipinjamkan dan kedisiplinan dalam pengembaliannya. Selama proses pembiayaan berjalan, tim lapangan Amartha melakukan pertemuan secara rutin untuk memantau, mendampingi, dan menerima pembayaran angsuran pinjaman selama jangka waktu yang disepakati bersama.

Kapan nih kamu mau mulai berinvestasi juga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *